BERAU, KATA TIMES – Rencana pemangkasan besar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 menjadi alarm serius bagi pemerintah kampung di Kabupaten Berau.
Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, mengingatkan bahwa era ketergantungan penuh terhadap dana pemerintah daerah harus segera diakhiri.
Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, menyoroti masih banyaknya kampung di Kabupaten Berau yang belum memiliki sumber pendapatan mandiri. Hal itu ia tegaskan menyusul adanya ancaman pemangkasan besar APBD 2026.
Subroto menuturkan bahwa efisiensi anggaran yang mulai terasa sejak tahun ini akan berdampak langsung hingga ke tingkat kampung.
“Saya mendorong kepala kampung untuk mulai menggali pendapatan asli kampung sebagai sumber pembiayaan operasional yang lebih mandiri,” ujarnya.
Ia menyoroti masih adanya kampung yang belum melaporkan pemasukan mandiri. Padahal, menurutnya, sejumlah kampung di wilayah pesisir sudah mampu menghasilkan pendapatan signifikan, mulai dari puluhan juta rupiah hingga menembus angka Rp1 miliar.
“Artinya potensi itu ada. Tinggal bagaimana dikelola dengan serius,” ujarnya.
Kemudian, ia juga menyinggung kampung-kampung di Kecamatan Sambeliung agar tidak hanya mengandalkan bantuan. Kawasan tersebut, kata dia, memiliki potensi besar, mulai dari sektor pariwisata hingga perkebunan, yang bisa dikembangkan menjadi sumber pendapatan berkelanjutan.
“Kepala kampung harus proaktif menyampaikan usulan titik lampu jalan kepada PLN, termasuk koordinat dan dokumentasi foto agar tidak menyulitkan,” pungkasnya. (*/adv/jun)