SAMARINDA, KATA TIMES –Aksi penyampaian aspirasi bertajuk “Demo 214” yang digelar pada Selasa, 21 April 2026, mendapat apresiasi dari GM FKPPI Kalimantan Timur.
Aksi tersebut diikuti ribuan massa dari Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur bersama elemen mahasiswa yang turun ke jalan menyuarakan tuntutan evaluasi kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Massa aksi memadati sejumlah titik strategis, di antaranya Gedung DPRD Kaltim dan Kantor Gubernur Kaltim. Meski sempat terjadi ketegangan dan kericuhan kecil di depan Kantor Gubernur pada sore hari, secara umum aksi berlangsung tertib dan tidak anarkis.
Ketua GM FKPPI Kaltim, Bastian, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta aksi yang telah menahan diri serta menjaga ketertiban umum. Menurutnya, sikap dewasa para demonstran menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga Kalimantan Timur sebagai “rumah besar” yang harus dirawat bersama.
“Saya mengapresiasi penyampaian aspirasi yang dilakukan ribuan massa dengan tetap menjaga kondusivitas. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun menjaga fasilitas umum dan keamanan daerah adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Bastian juga mengingatkan seluruh pihak agar mewaspadai adanya provokasi dari oknum-oknum yang sengaja menciptakan kegaduhan dengan menyebarkan isu-isu yang tidak jelas sumber dan relevansinya, sehingga berpotensi menimbulkan kegelisahan di tengah masyarakat Kalimantan Timur.
Lebih lanjut, Ketua GM FKPPI Kaltim yang dikenal sebagai aktivis senior di Benua Etam ini mengajak seluruh elemen, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga mahasiswa, untuk bergandengan tangan menata Kalimantan Timur agar semakin baik ke depan.
“Kalimantan Timur memiliki peran strategis sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Negara. Karena itu, daerah ini harus dijaga agar tetap aman, damai, dan sejahtera,” tegasnya.
Sebagai bagian dari masyarakat Kalimantan Timur, Bastian juga menghimbau kepada seluruh pejabat daerah, khususnya Gubernur Kalimantan Timur beserta jajarannya, agar fokus membenahi sistem pemerintahan yang baik serta mempersiapkan program-program yang berorientasi pada peningkatan ekonomi, pembukaan lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut dinilai penting di tengah kondisi turbulensi ekonomi dan kebijakan efisiensi anggaran APBD Kalimantan Timur, agar pembangunan daerah tetap berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. (*)